SEARCH

APA ITU BIOBOX CERAMIC?

BIOBOX Ceramic merupakan teknologi Jerman dan 100% diproduksi di Indonesia. Berukuran kecil (sebesar CPU komputer) sehingga sangat hemat tempat dalam proses instalasi. Terbuat dari beton setebal +3cm dengan lapisan ceramic pada dinding bagian dalamnya, dengan bantuan system gravitasi dibantu tekanan air flush dan tekanan biogas kompos alami (tanpa mesin, tanpa tenaga listrik, tanpa obat kimia pengurai), BIOBOX Ceramic menghancurkan, memproses dan mengurai tinja/feses secara anaerob pada filter hingga menjadi air dan dibuang langsung ke resapan atau selokan terdekat dalam waktu yang relatif singkat (retention time 12 hours). BIOBOX Ceramic selain ukurannya yang fantastik juga memiliki kelebihan lainnya. BIOBOX Ceramic bukan septik yang menampung kotoran namun mengolahnya dan dikeluarkan dalam bentuk air sehingga tidak membutuhkan perawatan, penyedotan. Sistem kerja yang sangat sederhana menjadikan BIOBOX Ceramic dapat tampil sebagai salah satu solusi untuk beberapa kondisi lapangan yang sebelumnya tidak memungkinkan menggunakan septik konvensional atau pun septik dengan merk lainnya. Bagian dalam sengaja dibuat berlapis-lapis untuk memberi permukaan lebih banyak raw fases soil bersentuhan dengan bakteri anaerob.

Sistem ini menyaring semua benda yang masuk dari kloset. Benda yang tidak dapat diurai akan mengganggu proses kerja Filter, untuk itu harus dikeluarkan melalui tutup control. Cairan yang masuk ke dalam filter tidak boleh mengandung zat kimia yang dapat membunuh bakteri pengurai. Di sini tinja diurai dengan proses yang sangat cepat, sehingga keluar dari system sudah berupa partikel-partikel kecil. Selanjutnya limbah dari Filter diarahkan menuju PL (Pengolah Limbah)

Filter dibagi menjadi 3 ruang:

1. Trap Room

Merupakan ruang pertama yang menerima limbah dari kloset. Di ruang ini limbah dipisah antara yang dapat diurai bakteri akan masuk menembus susunan keramik menyerupai rusuk rapat menuju ruang berikutnya teriris tipis. Sedangkan benda yang tidak dapat diurai akan terjebak di ruang ini. Memudahkan membersihkan septik dari penyumbatan.

2. Labyrinth

Tinja yang masuk ruangan ini akan hancur oleh tekanan gas, gravitasi dan dorongan air dari siraman kloset menuju ruangan berikutnya. Labyrinth yang horizontal juga menyulitkan tinja dan gas berbalik arah menuju ruang sebelumnya.

3. Ruang Urai

Merupakan proses penguraian bakteri yang terakhir. Tinja sudah menjadi partikel-partikel kecil yang sulit dilihat oleh mata. Keluar dari ruang urai berarti keluar dari  Filter menuju PL yang dihubungkan dengan pipa 4 Inch.

Posisi PL dari filter tidak ada ada jarak yang khusus. Asalkan kemiringan pipa diatur agar air mengalir ke PL. Bila system pertama tidak ada gangguan, semua limbah sudah berupa air keruh berbau bercampur partikel-partikel kecil menuju PL. Air keruh yang masih dipenuhi bakteri akan diproses di PL sehingga limbah akhir keluar berupa air bening tanpa bau.

PL dibagi menjadi 3 ruang, yaitu:

1. Ruang Limbah

Di sini partikel-partikel yang masih mengapung atau melayang mengalami penyaringan oleh dinding berbentuk insang sebelum menuju ruang berikut. Air masih keruh dan berbau karena masih mengandung bakteri pengurai.

2. Mix Box

Limbah yang berhasil melalui dinding insang akan bercampur dengan air anorganik, air yang berasal dari dapur, mesin cuci, kamar mandi dan lain sebagainya, sudah tentu mengandung zat pembunuh bakteri. Keruhnya air, abu dan buih akan hilang.

3. Clear Out

Ruang terakhir dari proses system, limbah sudah layak untuk dibuang ke lingkungan. Seluruh dinding licin keramilk, sehingga hanya dengan disemprot, endapan yang suatu saat mengendap sangat mudah dibersihkan.

Ukuran PL untuk semua Filter adalah sama.

KATERGORI PRODUK

HASIL TES LABORATORIUM

PERBANDINGAN

septic tank bio

BIOBOX Ceramic

Ukuran SANGAT KECIL & PRAKTIS

Instalasi Mudah dan Efisien

Bebas Maintenance

Tidak Memerlukan Lahan yang Luas

septic tank konv

Septik Tank Konvensional

Ukuran Besar & Tidak PRAKTIS

Butuh galian yang luas dan dalam

Memerlukan Maintenance

Memerlukan Lahan yang Luas

Back to Top