Limbah

Ini kategori yang membahas semua tentang pengolahan limbah. Berisi tips dan cara penanggulangan masalah yang berkaitan dengan limbah.

mengatasi limbah pabrik

Begini Cara Mengatasi Limbah Pabrik

Jika mengatasi limbah pabrik tidak dilakukan dengan cara yang tepat, maka pencemaran lingkungan oleh limbah pabrik dapat sangat merugikan baik bagi lingkungan namun juga kesehatan manusia.

Ada banyak dampak dari pembuangan limbah pabrik yang sembarangan dan tidak tepat. Dampak tersebut tentu saja adalah dampak yang buruk.

Untuk itu, kita perlu tahu bagaimana cara mengatasi limbah pabrik yang harus diketahui dan diterapkan. Namun sebelum itu, sebaiknya kita tahu dampak buruk apa saja dari pencemaran limbah pabrik.

Adapun dampak-dampak yang terjadi karena pencemaran limbah pabrik adalah sebagai berikut:

Dampak dari Adanya Limbah Pabrik

Untuk Lingkungan

Limbah pabrik tentu akan sangat berdampak buruk pada lingkungan, contohnya seperti merusak kualitas lingkungan, merusak keindahan lingkungan, membuat makhluk hidup yang ada di lingkungan tercemar dapat mati, serta menimbulkan ketidak nyamanan di lingkungan seperti timbulnya bau yang tidak sedap. 

Untuk Kesehatan

Selain berdampak buruk untuk lingkungan, pencemaran oleh limbah pabrik juga berdampak buruk bagi kesehatan, misalnya seperti  adanya sampah yang beracun, dan muncul penyakit yang menular. 

Nah, itulah beberapa dampak negatif dari adanya pencemaran limbah pabrik. Masih banyak dampak negatif yang disebabkan oleh limbah pabrik.

Penjelasan dari apa saja dampak tidak baik tersebut dapat anda baca di buku tentang pencemaran atau bahkan mencarinya di internet seperti dengan membaca di instalasi pengolahan air limbah pdf.

Ada beberapa cara untuk mengelola atau mengatasi limbah pabrik agar tidak mencemari lingkungan lagi. Cara-cara tersebut ada yang tergolong mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja.

Ingat apabila limbah pabrik tidak segera diatasi atau diolah secara benar maka dampaknya akan sangat merugikan bagi kita dan sekitar.

Untuk itu, berikut ini adalah beberapa cara mengatasi limbah pabrik yang bisa anda dan masyarakat sekitar. Mari simak bersama!

Cara untuk Mengatasi Pencemaran Limbah Pabrik

mengatasi limbah pabrik
Mengupayakan untuk Pengolahan Limbah Sebaik Mungkin

Limbah yang biasanya dihasilkan dari sisa proses di pabrik adalah limbah berbahaya. Hal itu karena produksi di sebagian pabrik menggunakan bahan kimia yang berbahaya.

Oleh karena itu harus diupayakan langkah untuk membuat limbah yang dihasilkan oleh pabrik menjadi ramah lingkungan, maka jika akan membuangnya di lingkungan tidak akan berdampak buruk.

Tidak Membuang Limbah Cair Pabrik ke Sumber Air

Cara terbaik dan bijak lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan tidak membuang limbah secara langsung di sumber air apalagi tanpa penyaringan.

Hal itu karena apabila limbah pabrik yang tidak diolah terlebih dahulu dan dibuang ke sumber air akan menjadi sumber racun bagi orang-orang yang menggunakan air dari sumber air tersebut di kehidupan sehari-hari. 

Mengubur Limbah yang Memiliki Sifat Organik

Limbah pabrik yang bersifat organis dapat diatasi dengan cara dikubur saja. Hal itu karena limbah organik mampu untuk terurai dengan baik apabila berada di dalam tanah.

Selain itu, dengan mengubur limbah organik dari pabrik selain akan mengurangi pencemaran lingkungan juga terkadang dapat untuk membuat tanah lebih subur. 

Menggunakan Kembali Limbah yang Dapat Didaur Ulang

Sebagian limbah anorganik dari pabrik ternyata juga dapat diatasi dengan melakukan beberapa pengolahan. Tentunya pengolahan tersebut berbeda dengan pengolahan limbah organik. Limbah anorganik yang sulit diurai dapat dipilah lalu bisa untuk didaur ulang.

Tujuan dari daur ulang limbah anorganik adalah untuk membuat limbah tersebut dapat berfungsi lagi. Dengan begitu maka pencemaran limbah pabrik akan mudah teratasi. 

Menanam Banyak Pohon

Cara pengolahan dari limbah pabrik yang selanjutnya sekaligus cara yang paling bijaksana adalah dengan menanam banyak pohon. Hal ini lebih untuk mengatasi adanya limbah gas yang dikeluarkan ketika produksi sedang berjalan.

Limbah gas yang berasal dari pabrik biasanya akan dibuang melalui cerobong asap dan akan mencemari udara di sekitarnya. Udara yang tercemar oleh limbah pabrik secara terus-menerus tentu akan menimbulkan banyak bahaya terutama pada kesehatan manusia.

Bahkan lapisan ozon pun akan semakin menipis karena adanya limbah gas ini. Untuk itu, upaya mengatasi limbah gas dari pabrik adalah dengan menanam banyak pohon supaya dapat menetralisir udara yang sudah tercemar tersebut dengan oksigen yang bersih dan sehat yang dihasilkan oleh pohon-pohon tersebut. 

Itulah pembahasan tentang cara mengatasi limbah pabrik yang bisa dilakukan agar tidak menimbulkan banyak dampak buruk di lingkungan dan kesehatan manusia. Untuk itu, mari kita jaga bumi dan lingkungan dari limbah pabrik dengan melakukan cara-cara di atas. 

tahapan pengolahan limbah cair

Beberapa Tahapan dalam Pengolahan Limbah Cair

Tahapan proses dalam pengolahan limbah cair telah banyak dikembangkan sehingga menjadi beragam. Limbah cair jika memiliki kandungan polutan yang berbeda dapat mungkin membutuhkan proses pengolahan yang juga berbeda.

Proses-proses pengolahan limbah cair tersebut dapat berupa kombinasi dari beberapa proses atau hanya menggunakan salah satunya saja. Bahkan proses pengolahan tersebut juga dapat dibuat atau dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan finansial.

Berikut ini adalah tahapan pengolahan limbah cair yang ada dan sering dibahas di beberapa buku cara pengolahan maupun di materi instalasi pengolahan air limbah pdf yang banyak ditemukan di internet.

Mari simak ulasannya di bawah ini!

Tahapan-Tahapan dalam Pengolahan Limbah Cair

tahapan pengolahan limbah cair
Pengolahan Primer

Pengolahan ini adalah berupa proses pengolahan secara fisika.

Screening atau Penyaringan

Metode penyaringan adalah limbah yang mengalir di saluran pembuangan disaring dengan menggunakan jeruji saring. Metode ini dinilai sebagai cara yang murah untuk dapat menyisihkan bahan-bahan yang padat berukuran besar dengan air limbah. 

Pretreatment atau Pengolahan Awal

Limbah yang sudah disaring di atas akan disalurkan ke bak atau tangki yang memiliki fungsi untuk memisahkan antara partikel padat dengan pasir.

Cara kerja tangka ini adalah dengan memperlambat aliran dari limbah sehingga partikel-partikel pasir dapat jatuh ke dasar tangki lalu air limbah dapat terus dialirkan untuk tahapan pengolahan limbah cair yang selanjutnya. 

Pengendapan

Setelah dua tahapan di atas, limbah cair akan dialirkan ke bak atau tangki pengendapan. Metode ini adalah metode pengolahan yang utama dan paling banyak serta sering digunakan pada saat proses pengolahan secara primer limbah cair.

Di dalam tangki pengendapan limbah cair akan didiamkan supaya partikel padat yang tersuspensi di dalam air limbah bisa untuk mengendap ke dasar tangki.

Endapan tersebut akan membentuk lumpur yang akan dipisahkan dari air limbah ke saluran yang lain agar untuk diolah secara lanjut. 

Floation atau Pengapungan

Metode yang satu ini dinilai efektif untuk menghilangkan polutan yang berupa lemak atau minyak.

Proses ini terjadi dengan menggunakan sebuah alat yang dapat menghasilkan gelembung udara dengan ukuran kecil yang dapat membawa partikel-partikel lemak atau minyak ke permukaan air limbah sehingga dapat disingkirkan. 

Pengolahan Sekunder

Pengolahan ini merupakan proses pengolahan yang secara biologis yaitu dengan menggunakan mikroorganisme yang mampu untuk mengurai bahan organik. 

Metode Tricking Filter

Di metode ini bakteri aerob (mikoorganisme) digunakan untuk mengurai atau mendegradasi bahan organik yang melekat serta tumbuh di suatu lapisan media kasar. Limbah cair akan disemprotkan ke permukaan media dan dibiarkan untuk merembes melewati ke dalam media itu.

Pada saat proses perembesan bahan organik yang ada limbahnya akan diurai oleh bakteri aerob. Setelah itu limbah akan menetes ke wadah penampung yang akan disalurkan ke tangki pengendapan.

Di tangki pengendapan limbah akan mengalami proses pengendapan dimana memisahkan antara partikel pada tersuspensi serta mikroorganisme dari air limbah. Setelah itu endapan akan mengalami proses selanjutnya dan air limbah akan dibuang. 

Metode Actived Sludge

Pada metode yang satu ini, limbah akan disalurkan ke dalam sebuah tangki yang di dalamnya limbah akan dicampur dengan lumpur yang banyak bakteri aerob.

Selanjutnya, limbah akan disalurkan ke dalam tangki pengendapan untuk mengalami proses pengendapan, lalu lumpur yang ada bakterinya akan dimasukkan kembali ke tangki aerasi.

Limbah yang sudah melalui proses akan dibuang ataupun diproses ke tahap lebih lanjut apabila dibutuhkan. 

Metode Treatment Ponds / Lagoons

Di metode ini limbah cair akan diletakkan ke dalam kolam yang terbuka, Algae yang ada di dalam kolam akan melakukan fotosintesis sehingga menghasilkan oksigen, Oksigen tersebut lalu akan digunakan oleh bakteri aerob untuk proses penguraian bahan organik yang ada di dalam limbah. 

Itulah beberapa dari tahapan pengolahan limbah cair yang bisa dipelajari dan digunakan untuk mengelola limbah agar tidak mencemari lingkungan.

Masih ada cara-cara lain yang bisa digunakan untuk mengolah limbah cair secara mudah. Tujuan utama dari pengolahan limbah cair adalah untuk menjaga kesehatan manusia, makhluk hidup lain serta lingkungan.

limbah rumah sakit

Cara Pengolahan Limbah Rumah Sakit

Limbah adalah hasil sisa dari suatu kegiatan. Sedangkan limbah rumah sakit merupakan semua limbah atau sisa hasil yang disebabkan karena kegiatan rumah sakit.

Limbah harusnya dikelola dengan baik agar tidak menyebabkan pencemaran lingkungan atau bahkan berpengaruh buruk pada kesehatan manusia. Maka dari itu rumah sakit juga wajib untuk melakukan pengelolaan limbah.

Pengolahan limbah yang baik akan mengurangi terjadinya penularan penyakit. Selain itu efek negatif dari bahan atau alat yang digunakan untuk mendukung kegiatan dirumah sakit juga dapat diminimalisir. 

Di dalam instalasi pengolahan air limbah pdf yang ada di internet, ada pembahasan tentang cara pengolahan limbah rumah sakit yang bisa untuk dipelajari dan bisa dicontoh.

Limbah yang dihasilkan dari kegiatan-kegiatan sebuah rumah sakit dapat berupa limbah bentuk cair, padat, ataupun gas yang mengandung mikroorganisme pathogen, bahan kimia berbahaya, bersifat infeksius dan sedikit bersifat radioaktif.

Limbah non medis dan medis.

limbah rumah sakit

Lalu padat medis dibedakan menjadi limbah patologis, limbah infeksius, limbah kimiawi, limbah benda tajam, limbah farmasi, limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi dan beberapa yang lainnya.

Limbah cair merupakan semua air buangan yang berasal dari kegiatan dirumah sakit termasuk tinja. Sementara limbah gas merupakan semua gas buangan yang berasal dari kegiatan dirumah sakit.

Limbah gas ini bisa seperti sisa pembakaran incinerator, generator, dapur, obat sitotoksis, pembuangan melalui saluran khusus ataupun melalui cerobong. 

Upaya yang dilakukan oleh rumah sakit untuk mengurangi jumlah limbah adalah dengan cara:

  • Menggunakan kembali atau reuse
  • Mengurangi bahan atau reduce dan
  • Mendaur ulang atau recycle.

Limbah dari sebuah rumah sakit tidak boleh serta tidak dapat dibuang begitu saja secara langsung ke tempat pembuangan akhir limbah domestik sebelum dipastikan memang aman untuk kesehatan. 

Orang-orang yang beresiko tinggi tercemar oleh limbah ini tentunya adalah para petugas kesehatan, pasien, petugas pengumpulan dan pembuangan limbah bahkan lingkungan sekitar.

Hal itu karena limbah dari kegiatan di rumah sakit dapat menimbulkan efek berbahaya jika dikelola dengan tidak benar.

Maka dari itu, kita harus tahu beberapa cara mengelola limbah yang bisa dilakukan. Berikut adalah penjelasannya!

Cara yang Bisa Dilakukan untuk Mengelola Limbah Rumah Sakit

limbah rumah sakit
  • Benda Tajam

Limbah berupa benda tajam harus digabungkan baik terkontaminasi maupun tidak dan harus dimasukkan ke dalam wadah anti bocor. 

  • Sampah Umum

Sampah umum seperti kapas, tisu, dan bahan yang tidak terkena oleh limbah infeksius digabung dengan sampah biasa lalu dibuang bersama. 

  • Kantung dan Wadah

Jika kantung dan wadah tersebut untuk limbah infeksius harus ditandai dengan tulisan atau lambang zat infeksius. 

  • Limbah yang Bisa Sangat Menular

Yang masuk kategori limbah ini jika memungkinkan harus disterilkan sesegera mungkin dengan menggunakan autoklaf atau alat pemanas yang tertutup untuk mensterilkan suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi. 

  • Bahan Kimia

Jika dalam jumlah yang cukup besar limbah ini harus dikemas ke dalam wadah yang tahan terhadap bahan kimia dan dikirim ke fasilitas pengolahan khusus. 

  • Sitotoksik 

Cara pengolahan limbah ini harus dikumpulkan ke dalam wadah yang anti bocor dan kuat lalu diberikan label atau nama “Limbah Sitotoksik”

  • Obat-Obatan Kadaluarsa

Obat-obatan kadaluarsa yang berjumlah banyak atau masih disimpan di bangsal atau departemen rumah sakit sebaiknya harus dikembalikan ke apotek pembuangan. 

  • Limbah dengan Kandungan Logam Berat

Cara pengolahannya adalah harus dikumpulkan secara terpisah. 

  • Infeksius Radioaktif 

Limbah ini dapat dikumpulkan dalam wadah atau kantong kuning khusus untuk limbah infeksius jika ditujukan untuk pembakaran.

Demikian pembahasan tentang beberapa jenis limbah rumah sakit serta cara pengolahannya.

Dengan mengelola limbah dari semua kegiatan dirumah sakit secara benar akan menghindarkan dari bahaya. Disamping itu, efek buruk yang mungkin terjadi dari kesalahan pengolahan limbah juga dapat diminimalisir.

Bahkan pengolahan yang kurang tepat dapat mencemarkan lingkungan serta dapat berdampak pada kesehatan manusia yang mungkin dapat terinfeksi bakteri dari limbah tersebut.